TECH NEWS

Menyelami Keajaiban Teknologi Beamforming untuk Sinyal Terfokus dan Super Cepat

Teknologi beamforming adalah teknik yang digunakan untuk meningkatkan rasio sinyal-kebisingan dari sinyal yang diterima, menghilangkan sumber gangguan yang tidak diinginkan, dan memfokuskan sinyal yang dikirim ke lokasi tertentu. Teknologi beamforming sangat penting untuk sistem dengan array sensor, termasuk sistem komunikasi nirkabel MIMO seperti 5G, LTE, dan WLAN.

Teknologi beamforming bekerja dengan mengontrol fase dan amplitudo relatif dari sinyal di setiap pemancar atau penerima, sehingga sinyal pada sudut tertentu mengalami interferensi konstruktif sedangkan yang lain mengalami interferensi destruktif. Dengan demikian, sinyal yang dikirim atau diterima akan lebih kuat dan jelas di arah yang diinginkan, dan lebih lemah dan kabur di arah yang tidak diinginkan. Teknologi beamforming dapat digunakan untuk gelombang radio atau suara. Teknologi ini telah banyak diterapkan dalam radar, sonar, seismologi, komunikasi nirkabel, astronomi radio, akustik, dan biomedis.

Teknologi beamforming juga merupakan sistem penyaluran lalu lintas untuk stasiun dasar seluler yang mengidentifikasi rute pengiriman data yang paling efisien ke pengguna tertentu, dan mengurangi interferensi untuk pengguna terdekat dalam prosesnya. Teknologi beamforming pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli dari Bell Laboratories pada tahun 1984. Teknologi beamforming juga sangat mendukung perkembangan jaringan 5G yang baru saja mulai diluncurkan.

Cara kerja teknologi beamforming dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Pada saat mengirim data, pemancar akan membagi data menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan mengirimkannya melalui antena yang berbeda secara bersamaan. Data yang dikirim melalui antena yang berbeda akan memiliki frekuensi yang berbeda pula, sehingga tidak saling mengganggu. Data yang dikirim juga akan mengalami proses modulasi, yaitu pengubahan bentuk sinyal agar sesuai dengan media transmisi.
  • Pada saat menerima data, penerima akan menerima sinyal dari antena yang berbeda secara bersamaan. Sinyal yang diterima akan mengalami proses demodulasi, yaitu pengembalian bentuk sinyal ke bentuk aslinya. Sinyal yang diterima juga akan mengalami proses decoding, yaitu penggabungan data yang berasal dari antena yang berbeda menjadi data utuh. Penerima akan menggunakan algoritma khusus untuk mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan yang terjadi pada saat transmisi data.
  • Pada saat mengontrol fase dan amplitudo, pemancar atau penerima akan menggunakan teknik yang disebut beamforming weight, yaitu bobot yang diberikan kepada setiap antena untuk menentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap sinyal yang dikirim atau diterima. Bobot ini dapat dihitung dengan menggunakan metode yang disebut beamforming algorithm, yaitu algoritma yang digunakan untuk menentukan bobot yang optimal untuk setiap antena. Ada beberapa jenis beamforming algorithm, seperti beamforming matrix, beamforming vector, dan beamforming filter. Masing-masing algoritma memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Manfaat dari teknologi beamforming adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan rasio sinyal-kebisingan: Teknologi beamforming dapat meningkatkan rasio sinyal-kebisingan, yaitu perbandingan antara kekuatan sinyal yang diinginkan dengan kekuatan sinyal yang tidak diinginkan. Dengan meningkatkan rasio sinyal-kebisingan, teknologi beamforming dapat meningkatkan kualitas sinyal yang diterima, mengurangi gangguan, dan meningkatkan keandalan komunikasi.
  • Meningkatkan jangkauan: Teknologi beamforming dapat meningkatkan jangkauan, yaitu jarak yang dapat dicapai oleh sinyal yang dikirim atau diterima. Dengan menggunakan teknologi beamforming, pemancar atau penerima dapat memfokuskan sinyal ke arah yang diinginkan, sehingga sinyal menjadi lebih kuat dan jelas. Hal ini dapat meningkatkan kinerja komunikasi, terutama di lingkungan yang memiliki banyak hambatan atau interferensi.
  • Meningkatkan kapasitas: Teknologi beamforming dapat meningkatkan kapasitas, yaitu jumlah data yang dapat dikirim atau diterima dalam satu waktu. Dengan menggunakan teknologi beamforming, pemancar atau penerima dapat mengirim atau menerima data yang berbeda melalui antena yang berbeda secara simultan, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan bandwidth. Hal ini dapat meningkatkan kecepatan komunikasi, terutama di lingkungan yang memiliki banyak pengguna atau permintaan.

Demikianlah penjelasan singkat tentang teknologi beamforming, apa itu, cara kerja, dan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Gakniat

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca